Tanah air ibu pertiwiku
Kudengar tangismu
Saat aku ikut menghakimi tanahmu
Dan ikut mengijak-injak geram bumimu
Aku dengar isakmu
Saat kau lihat
Anak-anakmu yang lain berjuang dengan kelaparan
Kering kerontang tersudut gelap
Dan tak sudi dilirik bahkan dihilangkan
Anak-anakmu yang lain bergelimang dalam harta
Yang pusing membuncitkan perutnya
Tertawa lepas dan berkata “inilah hidup”
Engkau telah menajalankan tugasmu ibu
Kamilah yang merusak kulit tanganmu yang lembut
Kamilah yang menjual warisanmu dan biarkan saudara kami kelaparan
Kamilah yang bodoh sehingga menjadikan fitnah kekayaan yang kau tinggalkan
Achil, 28 April 2008
